Mini Smart Room Temperature Controller Berbasis Arduino
Di tengah perkembangan teknologi otomasi dan sistem tertanam, pengendalian suhu ruangan kini dapat dibuat lebih cerdas, efisien, dan mudah dipantau. Salah satu inovasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah Mini Smart Room Temperature Controller berbasis Arduino. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk memantau suhu ruangan dan mengendalikan perangkat pendingin atau pemanas secara otomatis sesuai kondisi lingkungan.
KONSEP DAN CARA KERJA SISTEM
Mini Smart Room Temperature Controller berbasis Arduino dirancang menggunakan mikrokontroler Arduino sebagai pusat pengendali sistem. Sistem ini dilengkapi dengan sensor suhu (seperti DHT11/DHT22 atau DS18B20) yang berfungsi untuk mendeteksi suhu ruangan secara real-time. Data suhu yang diperoleh dari sensor kemudian diproses oleh Arduino untuk menentukan tindakan yang harus dilakukan.
Ketika suhu ruangan berada di atas batas yang telah ditentukan, sistem akan secara otomatis mengaktifkan perangkat pendingin, seperti kipas atau AC, melalui modul relay. Sebaliknya, apabila suhu ruangan berada di bawah atau telah mencapai suhu ideal, perangkat pendingin akan dimatikan secara otomatis. Mekanisme ini bertujuan untuk menjaga suhu ruangan tetap stabil dan nyaman.
Penggunaan sistem kontrol otomatis ini membuat pengelolaan suhu ruangan menjadi lebih praktis dan efisien. Selain itu, sistem dapat dikembangkan dengan tambahan layar LCD atau modul komunikasi untuk menampilkan dan memantau suhu secara langsung.
Adapun cara kerja Mini Smart Room Temperature Controller berbasis Arduino dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Inisialisasi Sistem
Arduino melakukan inisialisasi pin input dan output, sensor suhu, serta modul relay. Setelah sistem aktif, Arduino siap membaca data suhu dari sensor.
2. Pembacaan Suhu Ruangan
Sensor suhu akan membaca nilai suhu ruangan secara real-time dan mengirimkan data tersebut ke Arduino untuk diproses.
3. Pengolahan Data Suhu
Data suhu yang diperoleh akan diolah dan dibandingkan dengan nilai batas suhu yang telah ditentukan sebelumnya.
4. Logika Otomatisasi Perangkat
Sistem menerapkan logika sebagai berikut:
-
Jika suhu > batas suhu maksimal, maka relay diaktifkan dan perangkat pendingin menyala.
-
Jika suhu ≤ batas suhu maksimal, maka relay dinonaktifkan dan perangkat pendingin mati.
5. Pengendalian Perangkat
Relay berfungsi sebagai saklar elektronik yang menghubungkan atau memutus aliran listrik ke perangkat pendingin atau pemanas sesuai perintah dari Arduino.
6. Monitoring Suhu
Nilai suhu ruangan dapat ditampilkan melalui LCD atau media lain sehingga pengguna dapat memantau kondisi suhu secara langsung.
CODING SISTEM
#include #include Serial.print(pwmSpeed); Serial.print(" | "); Serial.print(percent); Serial.println("%"); // --------- LCD --------- lcd.setCursor(0, 0); lcd.print("Temp: "); lcd.print(temperature, 1); lcd.print("C "); lcd.setCursor(0, 1); if (pwmSpeed == 0) { lcd.print("Fan: OFF "); } else { lcd.print("Fan: "); lcd.print(percent); lcd.print("% "); } delay(800); } |
VIDEO DEMO
Disusun oleh:
Ahmad Bara Himawan (24091387051)
Farrel Apta Nugraha (24091387019)
Mela Cantika F (24091387007)