Pendidikan Karakter Pembentuk Generasi Berbudaya
Mahasiswa Program Studi D4 Teknik Listrik, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Zahron Zidar Arruda, menulis artikel reflektif bertajuk “Pendidikan Karakter Pembentuk Generasi Berbudaya.” Tulisan tersebut mengangkat urgensi pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam membangun generasi Indonesia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam nilai moral dan budaya. Gagasan ini secara eksplisit relevan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya pendidikan inklusif dan bermutu sebagai dasar pembangunan berkelanjutan.
Dalam artikelnya, Zahron menegaskan bahwa pendidikan merupakan elemen krusial dalam kehidupan manusia yang berfungsi sebagai tonggak perubahan menuju bangsa yang kompeten dan berkepribadian luhur. Ia menyoroti bahwa pendidikan pada hakikatnya bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, melainkan upaya sistematis untuk memanusiakan manusia melalui pengembangan nilai-nilai karakter. Perspektif ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional sekaligus memperkuat implementasi SDG 4, yang tidak hanya berorientasi pada akses pendidikan, tetapi juga pada kualitas, relevansi, dan pembentukan karakter peserta didik.
Zahron juga mengaitkan gagasannya dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menempatkan pendidikan sebagai proses pembudayaan dan pembentukan kepribadian secara utuh. Pendidikan dipahami sebagai proses sepanjang hayat (lifelong learning), yang berlangsung di sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Konsep ini selaras dengan prinsip SDGs yang menekankan pembelajaran berkelanjutan sebagai instrumen pemberdayaan individu dan peningkatan kualitas hidup. Melalui pembiasaan perilaku positif secara konsisten, karakter individu terbentuk secara mendalam dan menjadi landasan etis dalam bertindak serta bersikap di tengah dinamika global.
Lebih lanjut, artikel tersebut menekankan bahwa tujuan akhir pendidikan karakter adalah melahirkan generasi berbudaya—individu yang mampu menginternalisasi nilai moral, adat, serta identitas kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, generasi berbudaya memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat kohesi masyarakat, serta mendukung tercapainya SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) melalui penguatan integritas dan etika publik.
Dalam konteks pendidikan vokasi, termasuk di Program Studi D4 Teknik Listrik UNESA, penguatan karakter menjadi aspek strategis yang melengkapi kompetensi teknis mahasiswa. Integrasi antara hard skills dan integritas moral tidak hanya menghasilkan lulusan profesional dan bertanggung jawab, tetapi juga mendukung SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure). Lulusan yang berkarakter akan lebih siap berkontribusi pada sektor industri dan teknologi secara etis, inovatif, dan berkelanjutan.
Artikel ini menunjukkan kepedulian akademik mahasiswa terhadap dimensi fundamental pendidikan nasional dalam kerangka global pembangunan berkelanjutan. Melalui gagasannya, Zahron Zidar Arruda menegaskan bahwa pembentukan Generasi Emas Indonesia tidak cukup hanya melalui penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan, tetapi juga melalui internalisasi nilai karakter dan budaya sebagai identitas bangsa sekaligus fondasi pencapaian SDGs.
Tulisan ini sekaligus mempertegas komitmen mahasiswa D4 Teknik Listrik UNESA dalam mengintegrasikan kompetensi teknis dengan pembangunan karakter yang selaras dengan nilai-nilai SDGs. Dengan demikian, lulusan tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga menjadi agen perubahan yang berintegritas dan berkontribusi aktif terhadap pembangunan nasional dan global yang berkelanjutan.