Peran Sarjana Terapan Teknik Listrik dalam Era Industri 4.0 dan Smart System
Perkembangan
industri global saat ini ditandai dengan masuknya Era Industri 4.0, di mana
sistem produksi tidak lagi berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan
teknologi digital, otomasi, dan kecerdasan sistem. Dalam konteks ini, Teknik
Listrik memegang peran strategis sebagai fondasi utama yang memungkinkan sistem
industri bekerja secara cerdas, efisien, dan terhubung.
Program Studi Sarjana Terapan Teknik Listrik Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya merespons perkembangan tersebut dengan menghadirkan pembelajaran berbasis praktik yang merepresentasikan kondisi industri modern, salah satunya melalui pemanfaatan sistem conveyor dan alat pemindah barang berbasis koordinat yang digunakan langsung dalam kegiatan laboratorium mahasiswa.
Teknik
Listrik sebagai Fondasi Industri 4.0
Industri 4.0 tidak hanya berbicara tentang teknologi digital, tetapi juga tentang integrasi antara sistem listrik, kontrol kata lain, Teknik Listrik menjadi penghubung antara perangkat fisik dan sistem cerdas yang menjadi ciri utama Industri 4.0.
Smart System dalam
Lingkungan Pembelajaran Vokasi
Konsep
smart system dalam industri ditandai oleh kemampuan sistem untuk
merespons kondisi secara otomatis, terukur, dan terkoordinasi. Prinsip ini
diimplementasikan dalam pembelajaran mahasiswa Sarjana Terapan Teknik Listrik
melalui penggunaan peralatan laboratorium yang menyerupai sistem produksi
industri.
Salah
satu contohnya adalah sistem conveyor dan alat pemindah barang berbasis
koordinat. Dalam pembelajaran, mahasiswa tidak hanya mengamati cara kerja alat,
tetapi terlibat langsung dalam:
- Mengatur logika kontrol
pergerakan conveyor
- Menentukan koordinat
pemindahan barang
- Mengintegrasikan sensor
sebagai input sistem
- Memastikan sistem
bekerja aman dan presisi
Melalui praktik ini, mahasiswa memahami bahwa sistem industri modern bekerja berdasarkan koordinasi antara listrik, kontrol, dan data.
Pembelajaran
Terapan Berbasis Sistem Otomasi
Penggunaan
sistem conveyor dan pemindah barang memberikan pengalaman belajar yang
komprehensif. Mahasiswa dilatih untuk melihat sistem sebagai satu kesatuan,
bukan sebagai komponen yang terpisah.
Dalam
proses pembelajaran, mahasiswa mempelajari:
- Hubungan antara catu
daya, motor listrik, dan aktuator
- Logika kontrol berbasis
urutan dan koordinat
- Peran sensor dalam
mendeteksi posisi dan kondisi objek
- Prinsip keselamatan
kerja dalam sistem otomatis
Pendekatan ini menumbuhkan kemampuan analisis dan problem solving, karena mahasiswa dihadapkan pada kondisi yang menyerupai tantangan industri nyata.
Menyiapkan
Mahasiswa Menghadapi Industri Cerdas
Melalui
pembelajaran berbasis smart system, mahasiswa Sarjana Terapan Teknik Listrik
tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga pola pikir sistemik.
Mahasiswa dilatih untuk memahami bagaimana keputusan teknis pada satu bagian
sistem dapat memengaruhi keseluruhan proses.
Kompetensi
ini sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini, yang menuntut tenaga
kerja mampu:
- Beradaptasi dengan
teknologi otomasi
- Memahami integrasi
sistem listrik dan kontrol
- Bekerja dengan sistem
berbasis data dan koordinasi
- Menjaga keandalan dan
keselamatan sistem
Dengan pengalaman tersebut, lulusan Sarjana Terapan Teknik Listrik memiliki kesiapan yang lebih baik untuk terlibat dalam pengembangan dan pengoperasian sistem industri cerdas.
Penutup
Era
Industri 4.0 dan penerapan smart system menempatkan Teknik Listrik
sebagai bidang keahlian yang semakin strategis. Melalui pembelajaran berbasis
praktik menggunakan sistem conveyor dan pemindah barang berbasis koordinat,
Program Studi Sarjana Terapan Teknik Listrik Fakultas Vokasi Universitas Negeri
Surabaya menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri
modern.
Pendekatan
ini menegaskan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya mengikuti perkembangan
industri, tetapi secara aktif menyiapkan sumber daya manusia yang mampu
memahami, mengoperasikan, dan mengembangkan sistem industri cerdas di masa
depan.
Penulis
: Amirul Mukminin