Tantangan Mahasiswa Teknik Listrik Menghadapi Era Kendaraan Listrik
Perkembangan teknologi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) semakin pesat di Indonesia. Pemerintah pun mulai mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan melalui kebijakan subsidi dan pembangunan infrastruktur pengisian daya. Kondisi ini membawa dampak besar, tidak hanya bagi industri otomotif, tetapi juga bagi dunia pendidikan, khususnya mahasiswa Teknik Listrik Vokasi UNESA yang tengah dipersiapkan untuk menjadi tenaga ahli di bidang kelistrikan.
1. Kebutuhan Kompetensi Baru
Mahasiswa Teknik Listrik tidak lagi hanya dituntut memahami dasar-dasar kelistrikan konvensional, tetapi juga teknologi terkini seperti motor listrik, sistem kontrol inverter, manajemen baterai, dan jaringan smart charging. Kurikulum vokasi yang menekankan praktik langsung menjadi modal penting, namun tantangannya adalah bagaimana mahasiswa bisa terus meng-upgrade ilmu sesuai perkembangan industri EV.
2. Adaptasi dengan Infrastruktur Pengisian Daya
Kehadiran kendaraan listrik membutuhkan infrastruktur baru berupa stasiun pengisian daya (charging station). Mahasiswa Vokasi UNESA dituntut memahami desain, instalasi, hingga pemeliharaan sistem tersebut. Tantangan muncul ketika teknologi ini berkembang cepat, sehingga mahasiswa perlu mampu membaca standar internasional sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan nasional.
3. Riset dan Inovasi Terapan
Era kendaraan listrik membuka peluang besar untuk melakukan riset terapan. Misalnya, pengembangan sistem monitoring baterai berbasis IoT, efisiensi penggunaan energi, atau integrasi energi terbarukan dengan EV. Tantangannya, mahasiswa harus berani melakukan penelitian kecil-kecilan meski dengan fasilitas terbatas, serta berkolaborasi dengan dosen maupun industri agar hasil riset relevan dan aplikatif.
4. Kesiapan Mental dan Profesionalisme
Selain kompetensi teknis, mahasiswa juga ditantang untuk memiliki mental adaptif. Dunia industri kendaraan listrik penuh dinamika, sehingga kemampuan bekerja tim, komunikasi teknis, dan etos kerja profesional sangat penting. Sebagai mahasiswa vokasi, mereka diharapkan siap terjun langsung ke lapangan dengan keahlian praktis yang mumpuni.
5. Peran Teknik Listrik Vokasi UNESA
Sebagai bagian dari pendidikan vokasi, Teknik Listrik UNESA memiliki keunggulan dalam menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga terbiasa dengan praktik dan proyek nyata. Melalui laboratorium kelistrikan, kerja sama dengan industri, serta kegiatan magang, mahasiswa diarahkan agar mampu menjawab tantangan era kendaraan listrik.
Penutup
Era kendaraan listrik adalah peluang besar sekaligus tantangan nyata bagi mahasiswa Teknik Listrik Vokasi UNESA. Dengan bekal keterampilan praktis, semangat inovasi, dan kesiapan mental, mahasiswa dapat menjadi bagian penting dari transformasi energi dan transportasi masa depan. Harapannya, lulusan vokasi tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor utama dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Penulis : Amirul Mukminin